ALL THINGS MUST FIGHT TO LIVE

Hasanain Juaini
ALL THINGS MUST FIGHT TO LIVE
(Tidak ada ide baru di sini)

Bismillahirrahmanirrahim

Diantara 8 milyar manusia laki perempuan, sebuah taqdir mampu menyandera atau katakan saja mengikat seorang lelaki dengan seorang perempuan dalam sebuah pernikahan yang penuh tanggung jawab (miitsaqon Gholizo). Sejak itu genderang perjuangan telah mulai ditabuh.

Bermula dari 400,000 sel telur ibu. Jauh di dalam folikel yang dibungkus kuat oleh ovarium. Hanya SETENGAH ANDA saja yang bisa menjadi sebuah sel matang. Inilah kemenangan pertama anda dalam kehidupan ini, sebuah kemenangan yang berasal dari kasih sayang IBU. SETENGAH ANDA itu lau melanjutkan perjuangan dalam ovulasi sehingga keluar menembus folikel dan ovarium lalu berenang bak peserta ironwomen competition dan akhrinya selamat menggapai tuba palopi. Kemudian dengan segala kecermatan SETENGAH ANDA itu mencari tempat persembunyian bernama fimbria untuk menanti kedatangan SETENGAH ANDA lagi dari pihak bapak. Dari sinilah kita telah memperoleh kwalifikasi gigih dan penyabar. Kita memang patut terheran heran melihat anak gadis kita sekrang kok malah bersift agresif? Dari mana mereka dapatkan perangai ini?

Ada 3 milyar sel sperma dari bapak kita, ini sejumlah hampir setengah jumlah manusia seduania, lalu dalam sebuah kompetisi daya tahan berdurasi 1-72 jam hanya 5 juta saja yang berhasil hidup dan berenang dalam saluran rahim. 5 juta tentara perkasa (sama dengan jumlah pasukan tempur Amerika serikat, Rusia atau China) akhirnya mereka menemukan SETENGAH ANDA dari pihak ibu yang sedang menunggu di fimbria. Dari sinilah sifat offensive, pantang menyerah mulai ditanam dalam diri manusia. Sementara itu sudah menjadii taqdir sipecundang untuk menutup buku sejarah kehidupannya.

Dari lima juta itu, hanya satu saja yang berhasil menjadi pemenang dan memasuki indung telur, maka bertemulah SETENGAH ANDA dari ibu dengan SETENGAH ANDA dari bapak, keduanya lalu menyatu dan bergandengan menuju singgasana kerajaan Rahim, Mereka duduk bermesraan diatas sofa lembut bernama, endometrium dan mendapat julukan baru blastocyst. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.

Kini dua makhluk persetengahan itu telah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dan akan memulai sembilan bulan masa pertempuran penuh resiko baik internal maupun eksternal untuk bisa terlahirkan. Muncullah bayi berjuluk anda, aku atau dia.

Demikianlah hidup itu sehingga dinamakan perjuangan, maka mereka yang tidak berjuang sesungguhnya tidaklah berhak hidup. Di Alam rahim perjuangan kita untuk eksistensi pribadi (mengutamakan ketangguhan individual) sedangkan di alam dunia perjuangan kita untuk kebahagiaan bersama (mengandalkan kekuatan kerjasama). Kelak kita akan bertanggung jawan secara individual namun dengan syafaah Rasulullah, Salafussholih sebagai imbalan prestasi kita di dunia fana ini.

Wassalamu’alaikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: