BAHASA MENUNJUKKAN BANGSA

BAHASA MENUNJUKKAN BANGSA

oleh Hasanain Juaini pada 12 September 2011 pukul 8:16 ·

Oleh oleh dari Pilipina (7)

Assalamu’alaikum

Manila Bay adalah pantai sepanjang kota Manila, selama di sana (24 Agust – 4 Sept 2011, saya hanya diterpa angin kencang dan hujan yang nyaris setiap hari. Sun-set yang katanya sangat indah di sana hanya berkenan muncul pada hari terakhir, pas ketika saya hendak berphoto di Monumen Jose Rizal dan Raja Sulaiman. Mas Tjatur Kukuh yang nggak bisa menghidupkan blitz kamera jadi yerbantu tugasnya membuat memorial yang cukup bagus.

Semula say tidak berniat menulis tentang hil hil yang mustahal tentang Manila, kalau saya tidak Pak Sugi Lanus menggoda dengan postingannya mengenai PEMETAAN KESASAKAN melalui Bahasa Ngeno – Ngene, Meno – Mene dst…!

KH. Quraisy Syihab dan DR. Nurcholis Madjid selalu memulai pembahasan apapun dengan asal muasal bahasa. Tentu hal ini didasari oleh BAHASA MENUNJUKKAN BANGSA. meniru langkah itu saya mencoba mencari-cari asal muasal nama MANILA.

Hanya ada dua teori tentang asal muasal nama Manila itu: (1) May+Niland yang berarti [ a flowering mangrove plant that grew on the marshy shores of the bay, used to produce soap for regional trade; it is either from the phrase may nila, Tagalog for “there is nila,” or it has a prefix ma- indicating the place where something is prevalent ]. Sedangkan teori kedua adalah : Manila adalah nama pemberian seorang Dai dari Arab yang konon ketika hendak meninggalkan Negri itu untuk melanjutkan dakwahnya ke Mindanau beliau mendo’akan: Semoga kalian selalu dipelihara oleh Allah [Fii amaanillah], maka Raja Kerajaan Tondo yang memeluk Islam saat itu dengan suka rela lalu mengambil kalimat “Amanillah” itu sebagai nama kota itu.

Dari kedua teori itu hanya teori kedua yang memiliki bukti sejarah yaitu sebuah artefak berisi tulisan Puisi yang ditemukan oleh seorang peneliti dari Timor Timur bernama Jacqueline Siapno, beliau adalah graduate student in UC Berkeley’s Southeast Asian Studies Department. Ini dia Puisinya:

Fi Aman Allah, Manila,

Kaharian, Kerajaan

Seludong. Malaya, o

Kun(g hin)di man,

Malayo ka, Maynila.

Dati mga hari at raja

Anak banua. Pulau

Gintu, Suvarnadvipa,

Lungsod Dakila,

Lungsod Maharlika,

Sa malay-tao, lipas na.

Mata saya tertuju pada kata TAO. Ternyata di dalam penjelasannya bahwa TAO itu bermakna ORANG alias TAU (sasak) yang berarti orang. Nah kalau kita kejar dari ujung lain, maka dalam ilmu Tasauf Manusia itu berasan dari kata “NASIYA – YANSA – NISYAAN. Kata bendanya MANSIYA yang di Indonesiakan menjadi MANUSIA lalu orang barat hanya mengambil singkat MAN.

MAN ini dalam bahasa Arab adalah kalimat tanya [istifham] yang berarti SIAPAKAH?

Nah ada sebuah teori [sesuai dengan misi G3 Raja Spanyol] bahwa Penjajah Spanyol yang menguasai Amanillah, harus menghapus apa saja yang berbau Islam di wilayah kekuasaannya, maka dipilihlah padanan dua kata: MAN + ILAH, yang kalau digabungkan berarti : Siapakah Allah?

Kesimpulan saya yang optimistik adalah : bahwa Manila adalah sebuah kota yang sedang mencari siapa tuhan sejati.

Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: