MENIMBA MANFAAT DARI POHON MIMBA

(Langkah Strategis Membangun NTB)

 

 

 

Bsimillahirrahmanirrahim,

 

Lepaskan pandangan anda ke hamparan pohon Nimba alias Neemb dilokasi bendungan Batujai, Bendungan Pengge, Padang-padang tandus Belanting yang saban tahun menjadi langganan banjir bandang yang menyedihkan atau dipunggung-punggung bukit-bukit Sekotong, kesan arafah mendadak membayang karena kesamaan jenis pohon yang merindangi tanah-tanah cadas dan kering dibawahnya. Nimba memang digjaya sedigjaya khasiat yang disimpannya.

 

Saya tersentak dengan pertanyaan perdana yang aneh dari seorang ibu di Mataram tentang oleh-oleh musafir ke India: “Betulkah wanita India cantik-cantik?” Tentu saja urusan cantik dan gagah adalah Hibah Illahiah yang harus disyukuri, tapi seseorang akan mendapatkan apresiasi terhadap upaya sungguh memelihara dan merawat anugerah tersebut. Masyarakat India dan Pakistan menggunakan tumbukan daun mimba sebagai pembalur kulit agar terbebas dari penyakit kulit dan zat pigmennya tetap seimbang dan menyembulkan kesan sangat mempesona.

 

Rupanya kaum wanita kita tidak “ngeh” bahwa di NTB ini, pohon mimba se abreg-abreg. lalu saya balik bertanya, mengapa kita tidak memanfaatkan daun nimba ini, sehingga kelak kalau turis asing pulang kampung akan ditanya juga oleh kaum kerabatnya: “betulkah orang-orang NTB itu cantik-cantik?”

 

 

Inna ma’al ‘usri yusro = sesungghnya bersama derita itu ada kemudahan jika ditafsir bebas ala ilmu kesehatan = sesungguhnya dibalik rasa pahit itu ada obat penyembuh sakit. Dan jika melalui teropong hikmah para sufi akan mengatakan “Allah SWT tidak akan mengadakan sesuatu disuatu tempat kecuali ada hikmah di dalamnya”. IIK (Institut Ilmu kesehatan) Nurul Haramain, Narmada-Lombok Barat NTB, mulai meneliti dan memanfaatkan Mimba (Azadirachta indica) sebagai bahan obat berbagai penyakit untuk masyarakat NTB.

 

Berbagai hasil penelitian sebelumnya sudah menemukan bahwa beragam jenis penyakit bisa dibantu pengobatannya dengan menggunakan bagian tanaman ini. Meski demikian, penelitian juga menunjukkan bahwa mimba bersifat toksid sehingga orang yang mengonsumsi herbal ini harus mematuhi dosis yang telah ditetapkan. Beberapa kandungan kimia yang ada pada mimba di antaranya, azadirachtin, minyak gliserida, acetiloksifuranil-dekahidrotetrametil acid, ksosiklopentanatolfuran, asetat-keton dan heksahidro-hidroksitetrametil-fananenon (nimbol).

 

Masyarakat NTB tidak perlu membayar mahal untuk menyembuhkan penyakit laten yang mengendemik di bumi ini seperti kencing manis, malaria, kanker, lever dan jerawat serta kekacauan zat pigmen kulit. Maka luncuran pertama adalah “Neem Leaves Powder” yang diproses dari 100% daun Mimba yang dikeringkan dengan suhu 30°C tanpa menggunakan sinar matahari. Dengan kandungan: 20% Serat, 50% Karbohidrat, 15% protein, 5% lemak, 2% kalcium (Ca).

Kembali kepada hasil penelitian Laboratorium dan sukses story tentang pemanfaatan produk berbasis pohon Mimba  selanjutnya adalah sebuah produk sabun yang bisa digunakan untuk merawat pasien yang mengalami koreng dan cacar serta tentu saja jerawat.

 

Masyarakat kita sudah lama disusahkan oleh obat-obatan pertanian yang mahal dan kadang menyiksa dengan kelangkaannya. Kedepan, pohon Mimba ini akan menjadi bahan produksi pestisida herbal, insektisida. Kita sudah lama tahu bahwa Azadirachtin adalah bahan prinsip yang digunakan dalam pembuatan pupuk dan pupuk kandang dan itulah kandungan terbesar dari Pohon Mimba.

Ya Allah ampuni kami karena telah mengabaikan karuniaMU, namun kami akan menebusnya dengan memanfaatkan (untuk sementara Mimba ini dahulu) semaksimal mungkin sesuai dengan ilmu yang telah Engkau karuniakan kepada kami.

Narmada, Lombok Barat NTB

21 Mei 2012.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: