BELA DIRI DENGAN KEMAMPUAN SENDIRI

BELA DIRI DENGAN KEMAMPUAN SENDIRI

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bekerjasa sama saling menguntungkan adalah konsep persatuan yang bisa diarapkan saling memperkuat dan menghidupkan, jika tidak maka sesungguhnya salah satu kelompok sedang menagasi kelompok lainnya yang DIA butuhkan untuk tetap eksis.

Berbagai produk kebutuhan hidup di NTB ini bagaikan banjir datang dari luar dan sedikit sekali kita memperhatikan bahwa secara diam diam, sedikit demi sedikit kemandirian kita terkikis dan pada gilirannya nanti akan meniadakan kita sama sekali. Produk-produk yang kita sendiri tidak mampu mengadakannya karena berbagai keadaan tentu bisa diterima, tetapi jika kita mampu mengadakannya, lalu mengapa kita selalu menjadi pihak konsumen?

Produk-produk berbasis tanah liat, misalnya, mulai dari pot bungan, batu bata, genteng, loster, batu paras dan keramik tempel penutup tembok, mengapa terus menerus membanjir dari luar? Tidak adakah orang mampu di NTB ini untuk memodali usaha semacam itu? Kalau tidak oleh seseorang mengapa tidak oleh SEKELOMPOK?

Produk air kemasan juga membombardir kita dengan berbagai merek, sudah ada satu dua perusahaan air minum kemasan namun sebagaian besar masih milik orang luar.

Produk obat-obatan tradisional yang bahan bakunya ada tersedia di sini dan tentu kandungannya akan lebih cocok untuk manusia-manusia yang tinggal disini, sebab Allah SWT selalu meletakkan obat suatu penyakit tidak jauh-jauh dari tempat penyakit itu sendiri berada?

Tidak salah, seseorang mengerjakan usaha yang dilihatnya bisa menguntungkan, tapi kalau asal untung sembari mempersempit jalan bagi produk lokal akan semakin meningkatkan ketergantungan dan ketika kita sudah pada posisi hanya bisa menggantungkan diri pada orang lain sesungguhnyalah kita sudah menjadi benalu bagi bangsa lain.

Kita tidak mungkin meminta orang lain untuk mengasihi kita dan membuka jalan untk diri kita sendiri karena pada saat yang sama mereka juga butuh untuk menegakkan eksistensi mereka.

satu sisi lagi, maraknya tabib dari luar daerah, mungkin juga nanti since-since dari china akan meraja lela di sini? Tidakkah ada yang berinisisatif untuk memotong ketergantuangan seperti ini? Misalnya membantu mengorganisir dan membina managemen bagi para tabib-tabib lokal kita? Sepulu atau dua puluh tahun lalu tabib/belian kita banyak diundang keluar daerah, tapi kini kita bisa saksikan di mana-mana masyarakat kita sudah mulai tergantung dengan tabib dan tentu saja bahan-bahan ramuan dari luar.

saya mengajak kita semua untuk memikirkan dengan cermat bagaimana kita bisa keluar dari keadaan mengenaskan seperti ini. urusan pilkada? hah sedikti sekali berkaitan dengan kemandirian kita terhadap bangsa lain.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: